Bagikan :
Waspadalah Minum Air yang Tidak Layak Konsumsi Bisa Menimbulkan Penyakit Berikut Ini –
Air merupakan kebutuhan setiap makhluk hidup. Kita membutuhkan air yang bersih dan sehat untuk kebutuhan sehari-hari maupun untuk di konsumsi. Apabila Anda berada didaerah kawasan industri, tentunya harus sangat memperhatikan kualitas air yang ada pada hunian, karena air dapat terkontaminasi oleh limbah industri yang dihasilkan.
Air yang mengandung bakteri ataupun logam berat, dapat membahayakan bagi tubuh manusia dan membawa sumber penyakit. Oleh karena itu, Anda tidak bisa sembarangan menggunakan dan mengonsumsi air yang berasal dari kran.
Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) No. 3553 Tahun 2015 bahwa air yang baik, tidak berbau, tidak berasa dan tidak berwarna. Beberapa batasan lainnya yaitu pH air 6,0-8,5 dan air tidak keruh. Beberapa kadar mineral lainnya seperti besi, nitrat, nitrit, timbal, dan lainnya diatur dalam SNI tersebut.
Mengonsumsi yang tidak layak, tentunya akan membuat tubuhmu rentan untuk terkena penyakit. Mengapa demikian? Air yang tidak bersih membawa berbagai macam bakteri dan parasit berbahaya.
Tidak hanya itu, air yang tercemar juga bisa membawa zat beracun seperti nitrat, metana, sulfat atau membawa logam berat seperti aluminium, besi, tembaga, dan lainnya.
Mungkin Anda tidak sadar, pernah terkena diare akibat mengonsumsi air mentah atau minum air es dengan es batu dari air mentah. Kemudian setelahnya Anda bisa terkena diare atau bahkan batuk-batuk. Diare merupakan akibat mengkonsumsi air yang tidak layak konsumsi, dimana air tersebut tercemar oleh bakteri E. coli, Salmonella, Shigella, Campylobactery atau Vibrio Cholerae.
Kerap sekali air yang kotor mengandung bakteri tersebut. Bahkan, tidak menutup kemungkinan air yang terlihat jernih-pun mengandung bakteri tersebut. Oleh karena itu, Anda bisa menggunakan Water Purifier dari MEVAL, agar air menjadi bersih dari partikel kotoran dan kuman.
Seperti halnya seperti diare, penyakit tifus juga dapat menyerang Anda apabila mengonsumsi air tercemar oleh bakteri. Bila air keran Anda bersih, belum tentu terbebas dari bakteri di dalamnya, karena bakteri sendiri tidak bisa dilihat langsung oleh mata. Sehingga Anda harus menghilangkan bakteri tersebut dengan cara memasak air hingga mendidih atau dengan menggunakan water purifier.
Tifus sendiri berasal dari bakteri Salmonella typhi yang terkandung dalam air yang Anda minum, terutama bila air tercemar feses. Anda terindikasi penyakit tifus apabila badan demam, sakit kepala, diare dan sakit perut. Oleh karena itu, jangan sesekali meremehkan air kran pada hunian.
Penyakit Kolera dan Hepatitis A tentunya tergolong penyakit yang berbahaya. Tidak disangka, ternyata kedua penyakit tersebut bisa menular melalui air yang tidak layak minum. Mengapa bisa demikian? karena air yang terkontaminasi oleh feses bisa mengandung bakteri Vibrio cholerae dan virus Hepatitis A.
Apabila Anda mengonsumsi air yang tercemar bakteri atau virus tersebut, maka kemungkinan besar akan terinfeksi penyakit Kolera atau Hepatitis A. Bahaya sekali bukan? Oleh karena itu, Anda harus memastikan bahwa air yang digunakan terbebas dari bakteri.
Ternyata air yang tercemar tidak hanya berbahaya ketika dikonsumsi, melainkan ketika kontak dengan tubuh Anda. Salah satu akibat menggunakan air yang tercemar adalah dapat menyebabkan mata terinfeksi bahkan bisa menyebabkan kebutaan.
Hal tersebut karena bila mata anda kontak dengan air yang terinfeksi bakteri C. trachomatis, maka mata dapat terinfeksi dan merusak kornea mata.
Bila air kran di rumah Anda terlihat bersih, jernih, tidak bau dan tidak berasa, belum tentu air tersebut terbebas dari kuman dan bakteri. Sebaiknya Anda menggunakan alat penjernih atau pemurni air seperti Water Purifier pada sumber air di hunian.
Anda dapat memilih produk Water Purifier dari MEVAL yang lebih praktis dan ampuh dalam menyaring kontaminan pada air. Tidak hanya menyaring partikel padat, MEVAL Water Purifier juga mampu menyingkirkan bakteri serta kuman penyebab penyakit, menjernihkan air, dan membuat air jadi layak konsumsi.